Jumat, 06 Juni 2014

Benarkah Nabi Idris, Ilmuwan Yang Membangun Piramida Mesir?

Yunani kuno menyebutnya Hermes Trismegistus, juga dikenal sebagai Nabi Idris, ilmuwan menggambarkan Idris sebagai Henokh (Enoch) yang membangun piramida perama dunia dan kota canggih peradaban kuno, membawa Kitab Enoch dan menyebarkan kebijakan. Menurut tradisi Yunani kuno, Hermes adalah Dewa pembawa pesan, lahir di Gunung Kellina Arkadia, seorang anak Zeus dan Maia dan merupakan salah satu Dewa Olimpus. Dia dianggap Dewa pembawa pesan yang bertugas mengantarkan pesan dari para Dewa Olimpus kepada manusia.

Dimulai dari mitologi kuno meceritakan kisah Thoth dan Osiris di Mesir, Quetzacoatal dan Viracocha di Benua Amerika, dan tradisi seluruh dunia telah memperkenalkan asal-usul peradaban kuno yang sampai saat ini masih menjadi misteri. Siapakah Nabi Idris sebenarnya yang dikenal seluruh dunia dengan berbagai sebutan?

Nabi Idris, Ilmuwan Pengubah Peradaban Dunia

Sedikit bukti ditemukan di dunia yang menunjukkan bahwa orang-orang terdahulu pernah selamat dari peradaban sebelumnya. Seperti bangunan yang mirip dengan bunker nuklir dan fasilitas penelitian rahasia peradaban kuno, ada sosok yang digambarkan hidup dibawah tanah. Mereka disebut sebagai 'Pradiluvian Patriarch' seperti Idris dan Metusalah yang disebutkan dalam Kitab Genesis.

Spekulasi ruang tersembunyi dibawah kaki kiri Sphinx, kisah legendaris menyebutkan adanya 'Kota Para Dewa' berada tepat dibawahnya. Sebuah kota yang lengkap dengan saluran air bawah tanah hidrolik, sebuah ruang besar dilengkapi patung-patung yang sangat besar. Sebuah teknologi yang mampu menciptakan sebuah kota bawah tanah yang luas, dimana Sphinx dan Piramida Mesir hanya sebagai penanda dipermukaan.

Semua ini berkaitan dengan seorang imam sekaligus ilmuwan besar bernama Henokh (Idris) yang dikaitkan dengan pembangunan kompleks Piramida Besar Giza. Sebuah ilmu spiritual, ilmu yang menggambarkan tangga genetik ke bintang-bintang, dia seorang 'Prediluvian Patriach' yang tercatat dalam Alkitab sebagai arsitek legendaris dari Sion 'City of Yahweh', serta penemu alfabet dan kalender.

Idris juga dianggap sebagai astronot pertama dalam sejarah yang telah menjajaki langit dan telah melihat rahasia bumi dan langit. Dia dikenal sebagai Thoth dikalangan orang-orang Mesir dan orang-orang Yunani menyebutnya sebagai Hermes. Idris (Henokh) juga ada dalam tradisi Celtic yang dikenal sebagai Merlin sang penyihir misterius yang menghilang di pohon apel dalam kisah mitis Avalon, dan mencari rahasia keabadian dan bersumpah untuk kembali.


Salah satu upaya mencari keabadian bagaimana menjadi seperti Dewa, Idris berjanji untuk kembali diakhir waktu dengan membaawa kunci gerbang dari tanah suci. Dalam catatan kontroversial 'Dead Sea Scrolls' dia menggambarkan peradaban menakjubkan di masa lalu yang menyalahgunakan kunci pengetahuan tingkat tinggi dan manusia tidak dapat menyelamatkan diri dari bencana terakhir. Kiasan itu menyebutkan bahwa mereka telah kehilangan sebuah 'Kunci' sekalgus kehilangan semua pengetahuan canggih.


Kisah Nabi Idris atau Henokh, juga ada dalam legenda Quetzacoatal dari suku Maya, disebutkan bahwa dia berjanji mengembalikan pengetahuan tertinggi di akhir zaman. Alkitab, teks kuno, menggambarkan bukan hanya teknologi canggih tetapi juga jalur evolusi diluar batas kemampuan manusia saat ini.

Penelitian ilmiah disitus Piramida Mesir yang menjadi kunci peradaban dunia mengungkapkan peradaban kuno telah menjadi struktur canggih harmonik. Tidak hanya mencerminkan posisi planet-planet dan sistem bintang, tetapi telah dirancang untuk meniru 'Cakra dan Rongga Harmonik' dari tubuh manusia. Bahkan masing-masing batu didalam Piramida Besar Mesir disetel ke frekuensi tertentu atau nada musik, berdasarkan frekuensi detak jantung manusia.

Pengetahuan yang hilang mengungkapkan bahasa awal sebagai 'Bahasa Cahaya' yang dikenal sebagai 'Hiburu', bahasa awal yang diperkenalkan peradaban awal. Bahasa ini merupakan bentuk bahasa alami Ibrani paling kuno, bentuk-bentuk abjad dari pola gelombang otak. Hiburu adalah bahasa harmonik yang meniru sifat gelombang cahaya, yang menjadi kunci getaran matriks dan realitas mitis kekuatan dunia.

Pengetahuan yang dibawa Idris menjelaskan persamaan sonic dan dikodekan dalam mantra kuno dan nama Dewa. Kunci pengetahuan ini mampu secara langsung mempengaruhi sistem saraf dan menghasilkan efek mendalam ketika penyembuhan dan alam kesadaran yang lebih tinggi.

"Jika ingin berbicara dengan para dewa, maka kau harus belajar bahasa para Dewa".


Pengetahuan Tingkat Tinggi Nabi Idris Kembali Di Akhir Zaman?

DNA disebutkan dalam teks kuno digambarkan sebagai 'Pohon Kehidupan' dalam Kitab Taurat. Banyak ilmuwan modern menganggap DNA membentuk konfigurasi gelombang, dapat dimodifikasi melalui cahaya, radiasi, medan magnet atau gelombang sonic. Warisan pengetahuan Nabi Idris, Thoth, ataupun Henokh telah menunjukkan Bahasa Cahaya yang benar-benar bisa mempengaruhi DNA.

Bukti di Mesir menunjukkan adanya percobaan genetik, pencarian keabadian dan eksplorasi bintang. Peradaban Mesir kuno tidak terpaku pada masalah akhirat seperti yang diduga oleh penerjemah awal, tetapi berfokus pada menciptakan jenis yang lebih tinggi dari manusia. Seiring dengan banyak kebudayaan kuno, mereka percaya DNA manusia berasal dari laur dan ditakdirkan untuk kembali. Hal ini juga didasarkan pada penciptaan Adam dan Hawa yang diciptakan bukan di Bumi.

Catatan mesir kuno menceritakan adanya pendatang luar yang terkadang seperti mengikuti perjalanan Idris. Sosok yang disebut seperti Dewa (The Great Eye of Orion), meskipun makhluk semi- ilahi berasal dari tingkat kesadaran tinggi karena teks kuno menyebut '....seperti Dewa'. Menurut legenda, makhluk tersebut seharusnya kembali secara teratur pada awal dan akhir siklus waktu 13000 tahun.

Menurut kalender batu Piramida Besar menggambarkan siklus Phoenix yang berasal dari orbit galaksi Bima Sakti. Diperkirakan sudah berakhir pada tahun 2012 Masehi. Phoenix diambil dari kata Yunani, bahasa awal berasal dari Mesir (PA- HANOK) yang artinya 'Rumah Idris'. Pengetahuan Idris telah membuat perubahan dahsyat dalam evolusi untuk mempercepat kehidupan manusia ke tahap evolusi berikutnya sebelum terjadinya banjir besar Nuh. Sehingga evolusi manusia lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Penemuan di Mesir menjelaskan keberadaan sistem kuil piramida di seluruh dunia pada masa prasejarah. Piramida Mesir seperti antena meridian yang memancarkan energi utama, bangunan yang dipekerjakan oleh para imam dan ilmuwan kuno sebagai sistem musik untuk menstabilkan lempeng tektonik Bumi, salah satu pengetahuan mengendalikan geologi sebagai senjata terdahsyat dan terbaik.

Gunung Krakatau Mampu Menyingkap Rahasia Kehidupan

Gunung Anak Krakatau lahir kembali dari kedalaman 180 meter, pascaerupsi tahun 1883, dan terus bertambah tinggi hingga saat ini, Perairan Selat Sunda, Rabu (17/8/2011). Gunung di tengah Perairan Selat Sunda di antara Pulau Jawa dan Sumatera ini menarik untuk dicermati, tak hanya dari atas, tapi juga dari bawah permukaan air tempat ia berada.


15 Agustus 2011. Langit cerah tanpa awan. Matahari terasa dekat, teriknya memanggang. Puncak Anak Krakatau menyemburkan asap tipis, delapan puluh meter dari jangkauan. Batuan lepas berguguran saat diinjak dan udara bertuba menyesakkan napas.

Sejauh mata memandang di ketinggian itu hanyalah batuan runcing, pasir, abu, dan bom—batuan pijar yang setelah mendingin tampak seperti gumpalan lumpur berwarna hitam legam tetapi sangat keras dan pejal. Bom yang saat dilontarkan bersuhu lebih dari 600 derajat celsius itu menciptakan lubang-lubang di dalam tanah, sebagian menghanguskan tanaman. Suhu pada permukaan tanah tercatat mencapai 45 derajat celsius.

Semakin ke atas menuju puncak, daratan tertutup lapisan putih kekuningan berbau belerang. Di balik lapisan putih itu, bumi seperti bergolak, panasnya menguar dan menyengat kulit. Pada kedalaman setengah meter bisa mencapai 60 derajat celsius.


Kondisi lingkungan yang ekstrem membatasi perkembangan vegetasi hanya pada zona di bawah 200 meter dari permukaan laut (mdpl). Cemara laut (Casuarina equisetifolia) hanya bertahan di pesisir pantai. Di beberapa bagian terdapat tegakan campuran waru laut (Hibiscus tiliaceus), mara (Macaranga tanarius), dan beringinan (Ficus fulva dan Ficus septica).
"Sebelum letusan Oktober-November 2010, di kawasan ini masih banyak paku-pakuan. Bahkan cemara juga sudah mulai tumbuh. Semua tersapu habis sekarang," kata Tukirin Partomihardjo (59). Selama 30 tahun, profesor botani dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu meneliti suksesi ekologis di Krakatau. Dia mendata spesies yang datang dan hilang di Krakatau.

Menurut Tukirin, tak diragukan lagi, Anak Krakatau yang kerap meletus menyebabkan kehidupan muskil hadir di zona 200 mdpl hingga ke puncaknya di ketinggian sekitar 286 mdpl. Suasana "kekosongan" itu mengingatkan pada catatan Rogier DM Verbeek, geolog Belanda, yang datang ke Krakatau pada 11 Oktober 1883 atau enam minggu setelah letusan hebat mengguncang pada 27 Agustus 1883. "Permukaan tanah asli terkubur lapisan abu dan batu apung. Daerah ini masih sedemikian panasnya, sehingga beberapa pemikul barang yang bertelanjang kaki terus berjingkat-jingkat seperti menari."

Verbeek menjadi orang pertama di Rakata, kepingan pulau yang tersisa setelah Krakatau meletus. Pulau Krakatau yang semula tersusun dari tiga puncak, yaitu Danan (450 mdpl), Perbuatan (120 mdpl), dan Rakata (822 mdpl), kemudian runtuh ke dalam laut. Hanya tersisa setengah tubuh Rakata yang berbentuk bulan sabit menghadap kaldera yang tersembunyi di kedalaman 180 meter di bawah permukaan laut. Sedangkan Pulau Sertung dan Panjang, sisa kaldera tua sebelum letusan 1883 yang berada di lingkar luar Pulau Krakatau semakin bertambah luas dan tinggi karena tertimbun abu dan batu apung sampai ketebalan lebih dari 50 meter.

Pada waktu itu, daratan Rakata masih terlalu panas. Verbeek menyaksikan air hujan yang berubah menjadi uap saat menyentuh lantai pulau yang panas. Aliran lumpur mengucur dari tebing yang dilapisi lava. Ia tak melihat tanda-tanda kehadiran makhluk hidup di sana.
Sertung dan Panjang juga tak menyisakan kehidupan, selain tonggak-tonggak kayu mati yang hangus terbakar. Gambaran tentang hutan lebat dalam sketsa John Webber, anggota tim ekspedisi Kapten James Cook yang menyinggahi Krakatau dan pulau-pulau di sekelilingnya sebelum 1883, sama sekali tak terlihat jejaknya. Verbeek pun berkesimpulan, seluruh kehidupan di pulau itu pasti telah musnah.

Pendapat itu kemudian didukung sejumlah ahli botani, seperti Melchior Treub, Direktur Kebun Raya Bogor (1880-1909) sehingga memunculkan konsep tentang area kosong (clean slate) atau tabula rasa. Treub (1888) meyakini, seluruh kehidupan di kawasan Krakatau musnah karena abu vulkanik yang sangat panas dan batu apung menutup kawasan ini dari pantai sampai titik tertinggi hingga ketebalan 80 meter.

Namun, pendapat lain dikemukakan Cornelis Andreis Backer, anak buah Treub. Pada tahun 1908, dia mengunjungi Krakatau dan berpendapat bahwa terdapat akar, benih, dan organisme tanah yang mungkin bertahan dalam lubang yang terlindung di beberapa tempat di bagian selatan Rakata. Pendapat ini dibuatnya setelah dia melihat adanya batang kayu besar yang masih segar di bawah timbunan batu apung. Di lereng agak tinggi di bagian selatan, dia juga menemukan abu tidak terlalu tebal menutupi. Dia berpendapat bahwa musim hujan pada bulan September dan Oktober 1883 mungkin menyebabkan bertahannya kehidupan.

Tukirin menolak pendapat Backer. "Batang kayu yang ditemukan Backer bukan dari Rakata, tetapi dibawa gelombang laut beberapa tahun setelah letusan, lalu tertimbun longsoran batu apung," katanya.

Tukirin semakin yakin bahwa letusan Krakatau pada 1883 telah menciptakan tabula rasa setelah dia menemukan tonggak kayu menjadi arang, yang tersingkap di tebing pantai Rakata. "Arang kayu itu tertimbun batu apung dan pasir hingga kedalaman lebih dari 20 meter meter. Tidak mungkin ada kehidupan bertahan di bawah timbunan sedalam itu," katanya.
Hilangnya seluruh kehidupan setelah letusan 1883 atau adanya beberapa kehidupan yang bertahan masih menjadi perdebatan dengan bukti dan alasan masing-masing. "Kontroversi ini menjadi begitu mapan sehingga ia sudah lama diberi nama the Krakatoa (Krakatau) problem," tulis Simon Winchester (2003).

Namun, bagaimana pun kerasnya perdebatan, setiap ahli botani tetap saja tergelitik untuk mengetahui bagaimana kehidupan mengisi Krakatau pasca-letusan besar itu? Kapan, siapa atau apa, yang pertama kali datang dan mengolonisasi tabula rasa—atau setidaknya nyaris seperti tabula rasa itu?

Sejarah Nabi Musa Misteri yang Membingungkan

Benarkah Ratu Hatshepsut Mengambil Musa Di Sungai Nil?

Ratu Hatshepsut adalah firaun ke-5 dari Dinasti ke-18 yang memerintah Mesir kuno. Para Egiptologis umumnya menganggap Ratu Hatshepsut sebagai seorang firaun perempuan yang paling berhasil di Mesir, yang memerintah lebih lama daripada perempuan penguasa manapun.

Menurut buku karya Scott Alan Roberts dan Dr John Ward, dimana mereka mencari bukti sejarah serta historisitas karakter utama dalam kitab Exodus dan hubungannya dengan Firaun Mesir. Ratu Hatshepsut memerintah sekitar tahun 1479 hingga 1458 SM dan dianggap sebagai ratu paling awal dikenal dalam sejarah dan perempuan kedua sebagai Raja Mesir Hulu dan Hilir setelah Ratu Sobekneferu dari Dinasti ke-12.

Pertemuan Ratu Hatshepsut Dan Musa

Dibandingkan dengan firaun perempuan lainnya, pemerintahan Hatshepsut lebih lama dan lebih makmur. Seorang wanita yang berhasil dalam peperangan awal pemerintahan, tetapi umumnya dia dianggap sebagai firaun yang mendirikan perdamaian di era lama. Hubungan perdagangan internasional didirikan kembali setelah menghilang selama kependudukan asing dan membawa kekayaan besar di Mesir. Dengan kekayaan Ratu Hatshepsut membangun proyek yang mengangkat nama besar arsitektur Mesir Kuno sebanding dengan arsitektur klasik. Bangunan ini tidak tersaingi budaya lain selama kurang lebih 1000 tahun. Salah satu bangunag yang paling terkenal adlah kuil Hatshepsut.

Setidaknya, berhasil memerintah Mesir kuno selama kurang lebih 20 tahun. Berbagai biografi Hatshepsut seperti yang ditulis Evelyn Wells meromantisasikan dirinya sebagai perempuan yang cantik dan pasifis. Hal ini cukup berlawanan dengan pandangan penulis di abad ke-19 tentang jati diri Hatshepsut dilukiskan sebagai ibu tiri yang kejam, yang merebut takhta Thutmose II. Sementara Eloise Jarvis McGraw mengatakan bahwa dalam mempertahankan pandangan ibu tiri yang kejam dengan menempatkan Hatshepsut sebagai tokoh utama.


Seorang budak perempuan dan sejumlah bangsawan berusaha menggulingkan Ratu Hatshepsut dan mengangkat pewaris yang sah (Thutmose III) sebagai Firaun. Musuhnya mempersalahkan berbagai proyek pembangunan Hatshepsut sebagai penyebab kebangkrutan Mesir dan digambarkan telah menahan Thutmose III sebagai tawanan istana. Sementara tulisan Will Cuppy disebutkan tentang karir Hatshepsut, hiroglif dinding disebutkan bahwa;

"Memandangnya jauh lebih cantik dari apapun juga, kemolekannya dan bentuk tubuhnya sungguh bagaikan seorang dewi." Sebagian menganggap aneh bahwa seorang Firaun perempuan ternyata begitu berani di usia 50-an. Sama sekali tidak, dia hanya mengatakan bagaimana keadaannya sekitar 35 tahun sebelumnya, sebelum menikahi Thutmose II dan kemudian menjatuhkan Thutmose III. "Dia adalah seorang putri, cantik dan *****ar".

Dari sisi penelitian arkeologi, Ratu Hatshepsut diduga tewas karena lotion, dimana mereka menemukan adanya zat beracun karsinogen dalam botol kosmetik milik ratu. Sebelumnya, Hatshepsut dikabarkan meninggal dunia karena kanker tulang pada 1458 SM. Penemuan senyawa karsinogen disalah satu botol berisi krim lotion peninggalan Hatshepsut. Beberapa keturunan Hatshepsut menderita penyakit kulit yang diwariskan darinya. Diduga Hatshepsut menggunakan lotion secara tidak sengaja dan tidak mengetahui bahwa lotion mengandung racun.


Kitab Ibrani dinyatakan bahwa pada hari itu Sulaiman mendirikan Bait Allah di Yerusalem, setelah 480 tahun sejak Eksodus. Dengan kata lain tahun 966 SM ditambah 480 tahun sama dengan tahun 1446 SM, adalah tahun ketika Musa berusia sekitar 80 tahun (menurut cerita Yahudi). Jika demikian, maka nabi Musa lahir tahun 1526 SM di bawah pemerintahan Thutmoses I, dimana putri Firaun waktu itu adalah seorang gadis muda bernama Hatshepsut.

Pada waktu itu Firaun Mesir Thutmosis I, menetapkan Ibrani yang berkembang terlalu banyak harus dikurangi jumlahnya atas dengan dalil pemberontakan. Firaun memerintahkan bahwa semua bayi Ibrani dibawah usia 3 tahun harus dibunuh. Perintah segera diberlakukan tetapi ibu Musa membuatnya tak ditemukan hingga Musa kian hari tumbuh besar, hal ini memaksa ibunya menempatkan Musa dalam keranjang papirus yang diolesi anti air

"Musa dihanyutkan menyusuri Sungai Nil dengan tujuan tak jelas hingga pada akhirnya ditemukan oleh seseorang yang akan merawatnya. Ibunya meminta kakak Musa agar mengikuti keranjang disepanjang tepi sungai untuk memastikan keselamatan bayi sepanjang terbawa arus. Keranjang dan bayi menyusuri sungai dangkal dan mendekati kolam renang diluar istana Thebes, dimana Putri Firaun yang masih berusia muda menemukan dan mengambil Musa."

Menurut Alkitab Exodus, Putri Firaun berhadapan dengan Miriam yang menawarkan agar membawa bayi kepada seorang wanita yang dia tahu bisa merawatnya dengan baik. Putri setuju dan mengirim bayi bersama dengan Miriam kembali kepada ibu asuhnya sampai Musa cukup dewasa. Empat sampai enam tahun kemudian, Musa diantarkan ke istana untuk memulai hidupnya sebagai anak angkat putri Firaun.

Dengan kata lain menurut sejarah dan arkeologi, Firaun hanya miliki pewaris seorang Perempuan. Jika ini benar, Hatshepsut adalah orang yang menemukan Musa dalam keranjang di sungai Nil dan dia memang mengangkat Musa sebagai anaknya sendiri setelah Musa berusia 5 atau 7 tahun.

Musa, Anak Angkat Paling Disayang Ratu Hatshepsut

Musa hampir selama 40 tahun hidup di istana Mesir sebagai seorang pria bernama Senenmut, yang merupakan guru putri Hatshepsut, Nefrure, serta penasihat Hatshepsut yang paling terpercaya. Menurut cerita tradisional Yahudi di Mishnah, Musa dikenal keras dan ambisius dibawah didikan Firaun.

Musa hidup dikerajaan Mesir dimana Ratu Hatshpsut ramah dan baik terhadapnya, beberapa catatan sejarah menyebut hubungan mereka sebagai 'Pecinta' meskipun perbedaan usia hampir 10 tahun. Dalam hal prestasi, Musa hampir memperoleh 20 titel jabatan yang langsung diberi Ratu Hatshepsut, mulai dari Vizier hingga Kepala Arsitek Kerajaan. Titel terakhir yang diberikan pada Musa adalah 'Saudara Ibu' sehingga diklaim sebagai 'Saudara Para Dewa' dengan orang tuanya.

Dalam sejarah arkeologi, Ratu Hatshepsut memiliki keturunan tetapi tidak ada ahli waris kerajaan yang bisa menggantikan takhta, kecuali putrinya Nefrure yang meninggal sekitar usia 16 tahun. Berkisar antara tahun ke-11 dan 16 pemerintahan ibunya. Hatshepsut menikah dengan Thutmoses II yang tak lain adalah kakaknya sendiri dan meninggal karena sakit-sakitan, dan menurut penelitian arkeologi Thutmoses II tenggelam di Laut Merah. Setelah kematian suami, Hatshepsut diangkat sebagai ahli waris dan menguasai istana Mesir.

Hatshepsut menjadi pemimpin Mesir dan benar-benar merebut tahta suaminya yang tenggelam di Laut Merah, mendominasi pemerintahan sebagai Firaun hingga hari akhir hayat sekitar 1482 SM. Menariknya, anak tiri Hatshepsut yang menjadi Thutmoses III memiliki kebencian mendalam setelah ibunya meninggal, hal itu tercermin ketika mengadopsi Musa. Musa, salah seorang yang bisa menggeser tahta Firaun sehingga menyebabkan Thutmoses III tidak tergambar pada dinding istana.

Bukti kebencian besar Thutmoses III pada Hatshepsut, setelah kematiannya, Thutmoses III mengubah citranya di setiap dinding, lukisan, patung dan bahkan orang-orang di kuil Dier el Bhari. Hal ini menyiratkan bahwa dia mengatakan tentang Ratu Hatshepsut pada hari pengangkatan tahta Mesir "Yang membenci, berbohong, wanita hina."

Rabu, 04 Juni 2014

Kisahku di Kapal Rongsokan Itu


Benda rongsokan ini adalah peninggalan sejarah di masa perang dunia ke-II, usia benda ini lebih tua dari usia bapakku, atau mungkin saja suda berusia ratusan tahun. Ya… benda itu adala sebuah kapal perang milik angkatan bersenjata kekaisaran Jepang, ada juga yang mengatakan bahwa kapal ini adalah kapal barang atau kapal logistik yang bertugas untuk mensuplai kebutuhan pokok tentara jepang yang terlibat dalam perang dunia kedua melawan Amerika Serikat dan sekutunya dimana Negara matahari tebit ini bergambung dengan blok Nazi dari Jerman yang dipimpin oleh pemimpin yang sangat terkenal dengan kekejamannya, HITLER.


Konon katanya kapal perang ini bernama Toshimaru, ada juga yang mengatakan nama kapal tersebut adalah Hinomarusang yang entah nama itu dari mana asal muasalnya. Kapal perang ini karam di perairan “Teluk Kao” diakibatkan oleh pengeboman yang dilakukan oleh militer angkatan udara dari sekutu yang pada waktu itu berbasis dan memiliki pangkalan terhebat di kawasan Asia Pasifik tepatnya di pulau Morotai, sebuah pulau di utara pulau Halmahera. Teluk Kao sendiri adalah sebuah teluk yang berada di pulau Halmahera bagian Utara, tempat karamnya kapal ini berada di kecamatan Malifut, kecamatan yang berada di daerah administrasi kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Indonesia.



Malifut adalah tanah dimana aku dibesarkan. Walaupun aku tidak terlahir di sini, namun cerita hidupku terlukis indah di tanah ini bagaikan pelangi sehabis hujan disore hari yang menghiasi langit pantai Malifut dengan warnanya yang indah nan menawan. Seindah sunrise dikala pagi dan secantik sunset di sore hari. Tumbuh besar dengan menghabiskan sekolah dasar sampai menengah atas di tanah ini sebelum memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di tanah “Daeng” Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia.

Rongsokan kapal milik Jepang ini adalah bagaikan taman kota bagi aku dan teman-teman kecilku waktu dulu. Walaupun tempat ini letaknya agak jauh dari bibir pantai sekita 1 km, namun bagiku dan teman-temanku adalah tempat bermain yang menyenangkan. Tempat ini waktu dulu dijadikan tempat rekreasi bagi warga malifut dan sekitarnya karena pantai ini memiliki arus laut yang tenang dan apabila air laut surut maka area pantai ini menjadi semakin luas. Pantai ini sangat ramai disore hari, jika air laut sedang surut kami menjadikannya sebgai lapang untuk bermain bola. Jika ada yang pergi ke kapal, ada hanya sekedar mengelilingi kapal, ada juga yang melompat-lompat dari dek depan kapal yang cukup tinggi dari permukaan air laut bagaikan atlet loncat indah yang professional. Selain tempat rekreasi, tempat ini juga dijadikan sebagai tempat pemancingan ikan, karena ikan-ikan menjadikan rongsokan kapal ini sebagai rumah dan berkembang biak.


Namun bagi aku, tempat ini adalah taman bermainku. Dulu ketika hari libur sekolah, aku dan teman-teman kecilku senang menghabiskan  waktu libur kami di tempat ini dengan memancing ikan yang berkumpul di dasar kapal yang karam ini. Entah hanya sekedar mengisi waktu libur, atau hobi, atau juga memang kami mempunyai bakat menjadi nelayan sukse. hehehe….

Tempat ini adalah tempat dengan seribu satu kisah buatku dan teman-teman kecilku. Di dinding-dinding kapal yang penuh karatan itu tergores catatan-catatan indah terkadang konyol bersama teman-teman dikala menghabiskan hari-hari libur sekolah kami. Aku dan ketiga sahabat kecilku yang kebutulan masih kerabat dekat (Ifan, Ical, dan Nyong) selalu mengahabiskan hari libur kami ditempat ini. Bahkan terkadang sehabis sholat subuh berjamaah, kami langsung bergegas ke pantai karena harus berlomaba mendapatkan perahu. Selain itu juga kami ingin menyaksikan indahnya sunrise dari balik gunung diseberang lautan sana yang entah apa nama gunungnya, momen ini selalu kami tunggu dan terasa begitu indah bagi kami. Banyak kejadian-kejadian konyol yang mengundang tawa terjadi pada kami berempat di tempat ini.


Suatu ketika, aku tergelincir dari perahu dan jatuh kedalam kapal, badanku berdarah karena tergores dengan siput-siput laut yang menempel di badan-badan kapal yang terendam air laut, siput-siput tersebut memiliki cangkang yang tajam. Bukannya ditolongin sama teman-temanku itu, malahan ditertawakan sehingga aku pun harus bersusah payah naik sendiri ke atas perahu. Pernah juga saat berada dibagian belakng dek kapal, aku terpeleset dan terjatuh kedalam kapal yang didalamnya penuh dengan landak laut. Hal ini pun mengundang tawa bagi mereka, lagi-lagi tidak ditolongin dan berusaha naik sendiri ke dek kapal.

Pada suatu siang, saat kami memancing dibagian belakang kapal. Pancingan dari temanku Ifan tersangkut di celah-celah besi kapal, maka Ifan memutuskan untuk menyelam guna melepaskan kailnya yang tersangkut dibawa sana. Namun sialnya bagi Ifan saat muncul kepermukaan untuk bernapas, malah telinga telinga kirinya tersangkut kailnya sendiri, lebih lucunya lagi tak tanggung-tanggung tiga kail sekaligus yang menempel di telinganya. Sontak kami bertiga yang berada diatas kapal tertawa terbahak-bahak sampai-sampai air mata kami keluar. Saking lucunya keesokan harinya kami bertemu disekolah pun kami masih tertawa.
Lain lahi dengan cerita temanku yang bernama Ical, karena konon katanya dianatara dek depan kapal dan dek belakng kapal itu ada seekor ikan besar yang bisa memangsa manusia. Entah benar atau tidak, tapi cerita itu terkadang menghantui kami apabila berada di dek depan kapal, atau mungkin saja cerita dari orang-orang tua uuntuk menakut-nakuti anaknya sehingga tidak pergi ke tempat itu… Entahlah….!!!!

Saat hendak kami naik ke dek depan kapal, tiba-tiba saja Ical tergelincir karena besi yang kami tapaki itu licin dan ditumbuhi lumut-lumut laut. Hanya beberapa detik saja Ical sudah kecemplung ke laut tepat katanya dimana tempat ikan besar itu berada. Sebenarnya Ical ini pandai berenang, tapi karena takut dan panic dia seperti orang yang tak bisa berenang dan hanya mengepakkan kedua tangannya di air, yang membuat kami tertawa geli melihat tingkahnya yaitu ekspresi wajah paniknya sambil berteriak meminta tolong. “woe tolong eee,,, woe tolong eee,,, woe tolong eee” begitulah teriakannya. Kami tidak menolongnya, malahan tertawa melihat dia berusaha menolong dirinya sendiri. Akhirnya dengan susah payah dia berhasil naik ke dek depan kapal.


Sementara cerita konyol dari Nyong adalah ketika suatu waktu kami mancing mengelilingi kapal dengan perahu namun karena kami tidak mendapatkan ikan, maka kami berepat memutuskan untuk mincing di dek belakang kapal. Sialnya bagi Nyong, ketika kami naik ke dek belakang kapal, kami harus menundukan kepala karena dek belakang kapal ada sekat-sekat kecil seperti kamar, kalau tidak menunduk, maka kepala kita pasti kejedot dengan besi kapal. Bukannya menunduk malahan dengan santainya Nyong berjalan tanpa menundukan kepalanya, mungkin dia berfikir tidak bakalan kejedot karena tubuhnya yang pendek. Saat berjalan kebutulan dia berada paling belakang dari kami bertiga. Tiba-tiba terdengar air begemuruh seperti ada sesuatu yang jatuh. Pada saat kami menoleh kebelakang, Nyong sudah nyemplung di air. Seperti biasa tidak ada yang menolong tapi malah tertawa karena selain basah kuyup, kepalanya juga benjol. Sambil meringis kesakitan, dia berenang ke tepi kapal lalu naik kembali.




Kisah tersebut hanyalah sepenggal kisah konyol masa kecilku bersama teman-temanku, biarkanlah dinding-dinding kapal karatan itu yang menjadi saksi bisu dan mencatat kisah kami ditempat itu. Biarkanlah itu menjadi suatu cerita dan kenangan masa lalu yang terindah sekaligus konyol setidaknya buat diriku sendiri.

Namun sangat-sangat disayngkan kapal itu tidak seperti kapal yang dulu ketika aku masih kecil. Bukan tidak mungkin  generasi-generasi di masa yang akan datang tidak bisa lagi disaksikan oleh mereka. Selain usia kapal yang semakin lama semakin rusak karena proses korosi yang terjadi secara alami yang menyebabkan kerusakan pada fisik kapal. Tangan-tangan jail dari penduduk settempat yang tidak paham artinya sebuah sejarah, mereka menjamah dan merongrong bagian-bagian kapal hanya untuk keuntungan yang tidak seberapa bila dibandingkan dengan nilai sejaranya.


Pada saat libur Ramadhan tahun 2013 M, ketika aku kembali dari tempat menuntut ilmu untuk berpuasa dan merayak lebaran bersama keluarga besar. Aku melihat kondisi fisik kapal yang tidak agi seperti yang aku saksikan dimasa kecil dulu. Sekarang hanya seperti rongsokan besi tua yang tak ada lagi harganya akibat ulah tangan-tangan jail manusia yang hanya mementing rupiah diatas sejarah. Sudah barang tentu suatu kelak kapal itu hanya seperti dongeng belaka ketika diceritakan pada anak cucu kita kelak dikarenakan tidak ada lagi bukti fisiknya.

6 Gunung paling keramat di berbagai negara


Sejak ribuan tahun lalu, gunung sudah menjadi lokasi yang dikeramatkan oleh manusia. Berkat ketinggiannya, puncak gunung selalu diidentikkan dengan gerbang langit atau surga. Gunung selalu muncul dalam berbagai mitologi. Sebut saja Gunung Olympus yang dianggap sebagai rumah para dewa dalam mitologi Yunani, atau Gunung Atlas yang dipersonifikasikan sebagai titan Atlas.


Setiap negara pasti memiliki gunung yang dikeramatkan. Beberapa di antaranya berkaitan dengan kebudayaan suku tradisional yang bermukim di sekitarnya. Dan beberapa lagi ditakuti karena misteri yang meliputinya. Berikut ini adalah 6 di antara banyak sekali gunung yang dianggap sakral di seluruh dunia, seperti dikutip dari Web Ecoist dan Matador Network.

1. Gunung Kailash, Tibet


Kailash adalah gunung yang terletak di wilayah Tibet. Gunung Kailash memiliki tinggi 6.638 meter, menjadikannya gunung tertinggi di dunia yang tak pernah didaki. Gunung ini berkaitan erat dengan empat kepercayaan besar di Asia Selatan, yaitu Buddha, Hindu, Jainisme, dan Bonpo. Oleh pemeluk agama Hindu, Gunung Kailash dipercaya sebagai tempat tinggal Siwa, dewa terkuat dalam mitologi Hindu. Gunung Kailash juga merupakan sumber air utama bagi sungai-sungai besar yang mengalir di Tibet, Nepal, dan India.


Selama ribuan tahun gunung ini telah didatangi oleh para pemeluk agama untuk melakukan berbagai ritual. Kebiasaan ini masih berlanjut sampai sekarang. Setiap tahunnya pemeluk agama-agama melakukan perjalanan dan aktivitas di kaki gunung Kailash.Tetapi tak ada yang pernah mendaki puncaknya. Semua aktivitas religius itu dilakukan di kaki Gunung Kailash. Mendaki gunung Kailash dianggap tabu, mengganggu kesakralan area gunung. Tetapi mengitari area kaki gunung sejauh puluhan kilometer dianggap mampu menghapus dosa seumur hidup.

2. Gunung Taranaki, Selandia Baru


Taranaki yang juga dikenal sebagai Gunung Egmont adalah gunung berapi paling terkenal di Selandia Baru. Gunung setinggi 2.518 meter ini terletak di pesisir barat Pulau Utara, Selandia Baru. Taranaki terakhir aktif pada pertengahan abad 19. Gunung ini merupakan bagian penting dalam mitologi Suku Maori, suku tradisional di Selandia Baru. Dan karenanya menjadi lokasi yang sangat disakralkan bagi warga suku Maori.



Pada kenyataannya gunung ini memang berperan penting bagi kelangsungan hidup suku Maori. Aliran air yang bersumber dari mata air di Gunung Taranaki diperlukan untuk mengairi sawah dan ladang. Dan karena suku Maori bermukim di kaki gunung, erupsi vulkanik Taranaki akan mengancam jiwa mereka.

3. Gunung Fuji, Jepang


Meskipun gunung Fuji relatif lebih muda jika dibandingkan dengan gunung-gunung lain di Jepang, baru berumur sekitar 25.000 tahun tetapi gunung ini merupakan gunung tertinggi di Jepang. Puncaknya diselimuti salju dianggap sakral dan memiliki kekuatan gaib sejak berabad-abad lalu. Puncak Gunung Fuji berkaitan erat dengan mitologi Jepang, dianggap sebagai sebagai kediaman dewa api dan dewi pepohonan dalam kepercayaan Shinto. Sementara para pemeluk agama Buddha percaya kalau gunung ini adalah kediaman Dainichi Nyorai, Buddha Segala Kebijaksanaan Yang Bercahaya.


Saking sakralnya, orang biasa sempat dilarang mendaki gunung tersebut, terutama wanita. Larangan ini berlangsung selama beberapa abad sampai tiba era restorasi Meiji. Hanya para samurai saja yang biasa melakukan pelatihan rahasia di area kakai gunung Fuji, tepatnya di dekat daerah yang sekarang bernama kota Gotemba. Pendakian pertama di puncak gunung ini tercatat dilakukan oleh seorang biksu tak dikenal pada tahun 663 kalender Jepang, atau sekitar abad 12-13.

4. Gunung Agung, Bali



Gunung Agung yang terletak di Pulau Bali merupakan gunung tertinggi di pulau dewata tersebut. Letaknya di kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali. Gunung berapi aktif ini memiliki kawah yang luas dan sangat dalam. Sesekali kawah tersebut mengeluarkan uap panas. Menurut Wikipedia, para pemeluk kepercayaan Hindu Bali meyakini kalau Gunung Agung adalah tempat berdirinya istana yang dihuni para dewa, layaknya Gunung Olympus dalam mitologi Yunani. Karena itulah warga Bali menganggap gunung tersebut sebagai tempat keramat yang harus dijaga kesakralannya. Tak jarang di Bali diadakan upacara persembahan untuk menghormati Gunung Agung.


Kepercayaan tradisional Bali juga meyakini Gunung Agung sebagai pusat alam semesta. Pura Agung Besakih, pura terbesar yang dianggap paling suci di Bali berlokasi di sini.

5. Gunung Salak, Indonesia


Gunung Salak merupakan daerah pegunungan yang terdiri dari rangkaian gunung berapi di Pulau Jawa. Letaknya berada di selatan Jakarta. Secara administratif area Gunung Salak termasuk wilayah Sukabumi dan Bogor. Sejak tahun 2003 area lingkungan pegunungan ini dijadikan kawasan konservasi bernama Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.


Gunung ini dianggap sebagai salah satu gunung paling keramat dan misterius di Indonesia. Gunung ini dianggap 'gunung maut' oleh kalangan penerbangan, dan karenanya sebisa mungkin harus dihindari. Kondisi geografis Gunung Salak yang dipenuhi lembah dengan hutan lebat dan cuaca di daerah tersebut yang seringkali tidak menentu (kadang diselimuti kabut tebal) seringkali menimbulkan masalah dalam kelancaran penerbangan. Bahkan karena banyaknya pesawat terbang yang jatuh di area Gunung Salak, Gunung Halimun, dan Gunung Gede, area di ketiga gunung tersebut disebut Segitiga Bermuda Indonesia.

6. Gunung Everest, Nepal


Gunung dengan puncak tertinggi di dunia ini merupakan bagian dari pegunungan Himalaya. Wilayahnya sendiri termasuk area Tibet dan Nepal. Orang-orang Tibet menyebut Gunung Everest sebagai Ibu Alam Semesta. Sementara orang Nepal menyebutnya Dewi Langit. Etnis Sherpa yang merupakan suku tradisional dan minoritas di Nepal menganggap Everest sebagai gunung keramat. Sebelum melakukan pendakian ke Everest, warga suku Sherpa harus melaksanakan ritual tertentu.


Selain itu ada saja pendaki yang kehilangan nyawa di Gunung Everest ini. Setidaknya ada 200 kasus kematian yang terjadi di area gunung Everest, menambah kesan misterius di gunung ini.

Sumber: Merdeka.com

Topeng Kiddon, Satuan Khusus Pembunuh di Intelijen Mossad

Tugas utama yang ditugaskan kepada para agen Mossad adalah melaksanakan tugas-tugas khusus dalam penculikan, eksekusi dan operasi pembunuhan. Para petinggi Mossad telah membentuk unit khusus untuk tujuan operasi pembunuhan. Unit khusus ini dilatih berulang kali untuk mencapai target pembunuhan dengan sukses.


Tujuan yang paling penting dari pendirian unit khusus ini adalah untuk melakukan pencegahan, intimidasi dan menggagalkan kegiatan-kegiatan anti-entitas Israel sebagai tujuan umum Mossad.
Operasi pembunuhan pernah dilakukan terhadap pemimpin militer Hamas di Dubai, Mahmud Mabhuh, laporan ini mencoba menyoroti secara khusus kesatuan pembunuhan di dalam Mossad, yang dikenal sebagai “Kidon”.



Apa Karakter dari Satuan Pembunuh Ini?

“Kidon” berarti belati yang dipasang di pada senjata api atau (bayonet). Yaitu sebuah unit khusus di Bagian Operasi Khusus Mossad “Metsada”, yang bertanggung jawab atas operasi-operasi pembunuhan dalam dinas intelijen Israel Mossad. “Kidon” merupakan satu-satunya (satuan) unit di dunia yang disiapkan secara resmi untuk melaksanakan operasi-operasi pembunuhan. Terdiri dari beberapa tim, setiap tim terdiri dari dua belas orang, juga disebut “Kaisarea”.



Doktrin Pembunuhan di “Kidon”

Mossad melatih anggota satuan “Kidon” tentang bagaimana menggunakan senjata, melindungi diri sendiri dan memandang rendah kematian. Mereka dilatih bagaimana cara menarik pistol sambil duduk di restoran, jika perlu, baik dengan cara menjatuhkan diri ke belakang kursi atau melancarkan tembakan dari bawah meja, atau menjatuhkan diri ke belakang sambil menendang meja pada saat yang bersamaan, kemudian melepaskan tembakan, semua dalam satu gerakan.

Pertanyaannya adalah apa yang terjadi pada saat di keramaian orang-orang yang tidak bersalah? (Salah seorang peserta latihan mengatakan): kami belajar bahwa di tempat terjadinya penembakan tidak ada orang-orang yang tidak bersalah. Orang yang ada di situ akan melihat kematianmu atau kematian orang lain, jika kamu yang mati, apakah kamu peduli bila orang yang menyaksikan mengalami cedera? Tentu saja tidak. Yang ada dalam pikiran adalah tetap hidup, kamu yang tetap hidup. Kamu harus melupakan semua yang pernah kamu dengar tentang keadilan.

Dalam posisi seperti ini maka hanya ada dua hal yang terjadi, kamu yang membunuh atau terbunuh. Kewajiban kamu adalah melindungi raja Mossad, yaitu melindungi diri kamu sendiri. Begitu kamu kehilangan ini maka kamu kehilangan rasa malu egois, meskipun egois tampak bagaikan barang yang bernilai – sesuatu yang sulit bagi kamu untuk hilang dri kamu ketika kami kembali ke rumahmu pada akhir hari.

Pembunuhan yang Paling Terkenal

Unit khusus Mossad ini memiliki berbagai metode dalam pembunuhan, yang semuanya menunjukkan besarnya kebencian yang disembunyikan dan ditunjukkan oleh para pemimpin Zionis. Nampaknya yang paling meluas adalah pembunuhan yang dilakukan sebagai respon atas aksi di Munich yang dilakukan oleh orang Palestina terhadap delegasi olah raga Zionis pada awal tahun tujuh puluhan:

1. Pada Oktober 1972, pembunuhan terhadap Wael Zuaiter, perwakilan PLO di Italia. Pembunuhan dilakukan dengan memberondongkan selusin peluru di tempat yang berbeda pada tubuh korban.

2. Pada Januari 1973, pembunuhan terhadap Hussein Bashir, perwakilan Fatah di Siprus, dengan cara pemasala alat peledak di bawah tempat tidurnya di Hotel Olympic di Nicosia.

3. Pada bulan April 1973, pembunuhan terhadap Dr. Yasser al Qubosy, profesor hukum di Universitas Amerika di Beirut. Dia dihabisi dengan berondongan 12 peluru di Paris seperti yang terjadi pada Zuaiter.

4. Pada Desember 1977, pembunuhan terhadap Muhamad Hamshari, perwakilan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Perancis, yang percaya sebagai pemimpin Black September di Perancis. Pembunuhan dilakukan melalui alat peledak yang ditanam di bawah meja kantornya.

Di mana seorang agen Mossad yang menyamar sebagai seorang jurnalis untuk melakukan wawancara telepon dengannya mengatur pembunuhan ini, dengan memberikan isyarat kepada agen lain yang bertugas meledakkan bom saat Hamshari tiba di kantornya.

5. Pada bulan Maret 1990, Mossad memunuh «Gerald Bull» ilmuwan Kanada yang mengembangkan program militer yang terkenal dengan (senjata pemusnah) untuk kepentingan Irak. Pembunuhan dilakukan di kamar korban di kota Brussel. Aksi ini memiliki dampak paling besar dalam proses penghentian pengembangan program ini.

6. Pada Oktober 1995, pembunuhan terhadap Dr. Fathi Shakaki, Sekretaris Jenderal gerakan Jihad Islam Palestina di Malta. Tokoh perlawanan Palestina ini dihabisi dengan dua peluru menembus kepalanya yang ditembakkan dari jarak dekat di sisi kanan.

Aksi-aksi yang Gagal

1. Pada tahun 1973, di Lillehammer di Norwegia, Kidon membunuh Ahmad Bouchikhi al Maghribi yang sedang keluar bersama istrinya yang sedang hamil pergi ke rumahnya. Kidon menyakini dia adalah Hasan Ali Salamah, pemimpin aksi berani mati di Munich. Para agen “Kidon” berhasil ditangkap oleh pihak berwenang Norwegian, yang kemudian dikenal sebagai skandal “Lillehammer”.

Setelah itu dihentikan aksi mengejar Hasan Ali Salamah beberapa waktu untuk kemudian dilanjutkan kembali pada era Menachem Begin. Maka dimulailah kembali ide untuk menghabisi Hasan Ali Salamah. Tugas ini diberikan kepada Mike Harari. Dia akhirnya bisa menghabisi Hasan Ali Salamah dengan bom mobil setelah 5 kali usaha pembunuhan yang gagal. Zionis Israel menjulukinya dengan “Pangeran Merah” karenanya sulitnya mengejar dia dalam persembunyian.

2. Pada awal tahun sembilan puluhan, dua anggota unit “Kidon” di ibukota Austria, “Wina”, terbunuh ketika keduanya sedang memburu Wakil Menteri Pertahanan Iran Majed Absfor, sepeda motor keduanya terjungkal dan tersangkut mobil yang melaju cepat. Sampai saat ini pihak Zionis Israel menolak menyebutkan nama keduanya, meskipun sudah lewat 14 tahun kematian keduanya. Foto mereka digantung di sebuah ruangan di sebelah foto Eli Cohen, mata-mata Zionis yang dihukum mati di Damaskus.

3. Pada tahun 1997 adalah usaha pembunuhan pertama yang dilakukan “Kidon” di tanah Arab. Yaitu usaha untuk membunuh Khaled Mesy’al, pemimpin Hamas, dengan penyemprotan racun. Pembunuhan di Negara-negara Arab dilakukan melalui oleh unit-unit khusus militer Israel seperti “Brigade Staf” atau Siirt Matkal yang membunuh Abu Jihad, komandan nomor dua di gerakan Fatah di Tunisia.

Pemimpin Terkenal

- Hagai Hadas, ketua tim perundingan resmi dalam pembebasan serdadu Israel Gilad Shalit, yang saat ini ditahan oleh perlawanan Palestina di Jalur Gaza. Menurut laporan-laporan asing, dia dulu memimpin unit Kidon ketika operasi pembunuhan Shikaki pada tahun 1995.


- Tzipi Livni, mantan Menteri Luar Negeri Zionis dan ketua Partai Kadima. Dalam sebuah laporan Perancis diungapkan bahwa Tzipi Livni adalah bagian dari unit khusus Mossad tersebut, yang memasukkan racun ke ilmuwan nuklir Irak di Paris pada tahun 1983.

Senin, 02 Juni 2014

Ayat siluman Injil Markus


2 BIBEL tertua yg ada saat ini, sama2 tidak mencatat Markus 16:9-20

Ayat2 itu asli apa palsu?

New York International Bible Society dalam The Holy Bible New International Version, di bawah pasal 16 ayat 8 (hlm 780), meletakkan garis tegas yang memisahkan ayat 16:8 dengan ayat berikutnya (16:9-20). Di bawah garis tersebut terdapat peringatan yang berbunyi: “The two most reliable early manuscripts do not have Mark 16:9-20.” (Dua manuskrip terpercaya yang paling tua tidak memiliki Markus 16:9-20).

The Holy Bible New King James Version terbitan tahun 1994, pada halaman 993 menjelaskan: “Verses 9-20 are bracketed in NU-Text as not original. They are lacking in Codex Sinaiticus and Codex Vaticanus, although nearly all other manuscripts of Mark contain them.” (Ayat 9-20 di dalam tanda kurung pada teks NU adalah tidak asli. Ayat-ayat itu tidak terdapat dalam codex Sinaiticus dan codex Vaticanus, meskipun hampir semua manuskrip Markus yang lain memuatnya).

International Bible Society dalam The Holy Bible New International Version, halaman 1040 juga menegaskan kepalsuan penutup Injil Markus: “The earliest manuscript and some other ancient witnesses do not have Mark 16:9-20.” (Manuskrip yang paling tua dan beberapa naskah kuno tidak memiliki Injil Markus 16:9-20)


Sumber: http://codexsinaiticus.org