Senin, 13 April 2015

Trilogi Kisah Iran dan Daulah Shafawi: Munculnya Daulah Shafawi (2/3)


Tidak berlebihan jika kita katakan berdirinya Daulah Shafawi di Iran merupakan bencana bagi umat Islam secara umum dan Iran secara khusus. Iran yang selama 900 tahun merupakan wilayah Sunni yang banyak menyumbang nilai-nilai peradaban Islam dan mencetak imam-imam besar Ahlussunnah wal Jamaah semisal Imam Bukhari dan Muslim dalam ilmu hadist, Imam Syibaweih dan al-Farahidi dalam ilmu gramatika bahasa Arab, al-Biruni dalam ilmu-ilmu eksak, dll. Namun, dengan berdirinya Daulah Syiah Shafawi di Iran, jejak-jejak kemajuan yang sudah digariskan oleh ilmuan-ilmuan Islam berubah arah. Arah kemajuan yang selama ini telah dicapai, berubah menjadi ketidakstabilan karena gejolak permusuhan dan konflik.
Pemaksaan doktrin Syiah oleh anak keturanan Shafiyuddin Ishaq al-Ardabili di wilayah Iran yang tatkala itu mayoritas Sunni membuahkan ketidak-adilan, pertumpahan darah, dan pembantaian.
Jadi, perhatikanlah sejarah Syiah di Iran selama masa pemerintahan Daulah Shafawiyah (907-1148 H/1507-1735 M). Kebijakan mereka adalah menindas Ahlussunnah wal Jamaah di wilayah mereka, menampakkan permusuhan dan peperangan terhadap Turki Utsmani, dan menjalin kerja sama dengan negara-negara Salib Eropa.
Kebijakan Terhadap Ahlussunnah wal Jamaah
Kebijakan Daulah Shafawi terhadap umat Islam dapat kita ketahui dengan melihat muamalah mereka terhadap penduduk Kota Tabriz, kota besar yang mayoritas penduduknya adalah Ahlussunnah wal Jamaah. Ketika pendiri Daulah Shafawi, Ismail ash-Shafawi, masuk ke Kota Tabriz, maka bagi siapa yang menyelisihi dan menolak ajaran Syiah, ia akan berhadapan dengan kematian. Diriwayatkan bahwa jumlah penduduk Tabriz yang terbunuh saat itu lebih dari 20.000 orang dalam keadaan dirusak anggota tubuhnya (al-Khouli, 1981: 51).
Pembantaian terhadap umat Islam oleh Daulah Shafawi tidak hanya berhenti di Tabriz, setelah menderita kekalahan dari Uzbek di Kota Mahmud Abad –sebuah daerah dekat dengan Kota Mour-, Ismail ash-Shafawi melampiaskan kekesalannya dengan membantai penduduk Kota Mour. Ia mengumumkan ideologi resmi daerah tersebut adalah Syiah dan memaksa penduduk setempat yang mayoritas Sunni berubah menjadi Syiah. Untuk itu ia mengganti kurikulum di sekolah-sekolah dengan akidah Syiah dan menyebarkannya di kalangan masyarakat (Fauzi, ash-Shafawiyun, akhbaraka.net).
Pada masa Syah Abbas I, ia melarang penduduk Iran untuk menunaikan haji ke Mekah al-Mukaromah dan memaksa penduduknya untuk berziarah ke akam Imam Ali bin Musa ar-Ridha di kota suci Syiah, Kota Masyhad di Iran. Kebijakan ini dilakukan agar penduduk Iran tidak masuk ke wilayah Kerajaan Sunni Turki Utsmani dan membayar visa perjalanan ke kerajaan Sunni tersebut (Jum’ah, 1980: 101).
Terlalu banyak kisah-kisah intimidasi, pembunuhan, dan pelanggaran hak-hak asasi yang dilakukan oleh Daulah ash-Shafawi terhadap umat Islam untuk kita tuliskan satu per satu harus di artikel yang singkat ini. Cukuplah tiga contoh di atas menjadi pelajaran bagi kita betapa keras permusuhan Syiah terhadap umat Islam terlebih ketika mereka memegang kekuasaan.
Kerja Sama Daulah Shafawi dengan Eropa
Persekongkolan Daulah Syiah Shafawi dengan orang-orang Salib telah terjadi sejak mula. Khalifah pertama mereka, Ismail ash-Shafawi telah menjalin kontak kerja sama militer dengan pemerintah Portugal melalui Alfonso de Alburqueque. Kerja sama itu berlanjut pada masa Syah Abbas I, bahkan kerja sama ini memasuki ranah yang lebih sensitif yakni masalah keyakinan. Syah Abbas I adalah khalifah Shafawi yang pertama yang mengizinkan pembangunan gereja di wilayahnya, ia juga mengundang para misionaris dari kalangan pendeta dan biarawan untuk mendakwahkan agama Kristen di wilayahnya. Syah Abbas I benar-benar memuliakan semua orang Eropa yang datang ke negerinya, termasuk para pedagang Eropa. Para pedagang ini mendapat perlakuan khusus dengan dibebaskan dari pajak (Makarios, 2003: 154-156). Sejak saat itu, datanglah berduyun-duyun para penguasa dan pedagang Kristen Eropa ke tanah Iran.
Ketika dua orang utusan Inggris; Antonio Sherly dan Robert Sherly, datang ke Iran, Syah Abbas I sangat memuliakannya dan memerintahkan semua orang di kerjaan Shafawi untuk memuliakan dua orang tamu dari Inggris ini. Utusan Inggris ini datang ke Iran dalam rangka menjalin kerja sama militer antara kedua kerajaan ini. Inggris bersedia melatih militer Shafawi untuk berperang melawan Utsmani. Selain itu Inggris juga menggalang suara negara-negara Eropa untuk bersekutu dengan Shafawi memerangi Utsmani (Makarios, 2003: 154-156). Bahkan Iran sendiri mengadakan pendekatan dengan Paus Roma untuk mencari simpatik negara-negara Kristen Eropa dalam membantu misinya menghancurkan Turki Utsmani.
Paus Paul V pun mengirim surat kepada Syah Abbas I sebagai jawaban dan sambutannya atas keinginan Syah Abbas I menaklukkan Turki Utsmani. Dalam suratnya Paus Paul V menyatakan:
– Betapa inginnya Paus Paul V turut andil dalam melemahkan Turki Utsmani, dan betapa ia menginginkan mewujudkan hal tersebut. Paus akan berusha menyatukan raja-raja Kristen agar menjadi satu aliansi dalam memerangi Turki Utsmani dari arah Barat dan Syah Abbas dari arah Timur.
– Paus akan mengirimkan para insinyur dan ahli militer ke Iran untuk memperkuat militer Iran.
– Paus meminta agar Iran dan Roma aktif saling mengirimkan duta-duta mereka terkait permasalahan ini.
– Paus meminta agar Syah Abbas I bersikap lemah lembut terhadap umat Nasrani di Iran dan selain Iran, tidak menghukum orang Islam yang murtad ke agama Kristen, dan tidak memaksa orang Kristen masuk ke dalam Islam (Jum’ah, 1980: 271-272).
Inilah beberapa kerja sama yang dilakukan orang-orang Syiah Shafawi dengan orang-orang non-Islam untuk menghancurkan simbolisasi Islam Ahlussunnah wal Jamaah pada abad pertengahan Turki Utsmani. Demikian juga halnya pada era modern ini, betapa giatnya Iran sebagai simbolisasi Syiah di dunia menghancurkan simbolisasi Ahlussunnah yaitu Kerajaan Arab Saudi. Mereka menghancurkan image negeri sunnah ini melalui pemberitaan-pemberitaan negatif yang membuat umat Islam tidak simpatik bahkan benci terhadap negara Ahlussunnah ini. Iran juga melakukan tipu daya, tampil seolah-olah merekalah pahlawan Islam di era modern saat ini dengan lantang melawan Amerika dan Israel walaupun kenyataannya negara Syiah ini sama sekali belum pernah menuntaskan retorika mereka dengan peperangan.
Ibnu Taimiyah memberikan paradigma yang baik sekali tentang sikap Syiah terhadap umat Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Ia mengatakan, “Rafidhah (Syiah) itu menjadikan orang-orang yang memerangi Ahlussunnah sebagai teman; mereka bekerja sama dengan Tatar dan Nasrani. Mereka juga menjalin perdamaian dengan orang-orang Eropa… …Apabila umat Islam menang atas Tatar, mereka (Syiah) pun berduka dan bersedih. Sebaliknya, kalau Tatar yang menang, mereka bersuka cita dan bahagia…” (Ibnu Taimiyah, 28: 336-337).
Di tengah bencana dan musibah yang diberikan oleh Syah Abbas I terhadap dunia Islam, Republik Syiah Iran sekarang ini malah menganggap tokoh antagonis ini sebagai pahlawan nasional mereka, mengangkat derajat negara mereka, mewujudkan harapan, dan symbol perlawanan terhadap muslim Sunni.
Penutup
Syiah kembali mengulangi seajrah mereka, bekerja sama dengan orang-orang yang memusuhi Islam untuk menghancurkan umat Islam. Contoh nyata adalah apa yang dilakukan oleh negara Irak saat ini dengan pemimpin Syiah mereka Presiden Nouri al-Maliki.
Pemerintah Irak bersekutu dengan penjajah Amerika melakukan kejahatan terhadap muslim Sunni di negeri 1001 malam tersebut. Mereka menghapus pemahaman Sunni di Irak dan memaksakan penduduknya untuk menerima akidah Syiah, sama persisi seperti yang dilakukan oleh orang-orang Shafawi terdahulu.
Semoga Allah melindungi negeri kita Indonesia dari kejahatan orang-orang Syiah, semoga umat ini tidak mudah ditipu dengan slogan-slogan persatuan yang pada akhirnya adalah penyesalan.
Sumber: islamhistory.com

Trilogi Kisah Iran dan Daulah Shafawi: Munculnya Daulah Shafawi (1/3)


Dalam perjalanan sejarah Islam terdapat beberapa negeri yang memiliki pemikiran yang menyimpang dan melakukan kekerasan terhadap umat Islam untuk memaksakan pemikiran mereka. Seperti yang dilakukan negeri-negeri berpaham Syiah semisal; Daulah Fatimiyah, Qaramithah, Buwaihiyah, dan Shafawiyah. Cara negeri-negeri ini bergaul dengan masyarakat Islam yaitu dengan cara permusuhan, menolak pemikiran-pemikiran pihak lain dengan kekerasan dan terorisme, siapa saja yang menolak pemikiran mereka, maka kematian adalah jawaban yang tak terbantahkan. Selain itu, negara-negara ini tidak malu-malu menjalin aliansi dengan negara-negara Salib saat Perang Salib antara muslim dan Kristen sedang berkecamuk.
Oleh karena itu, apa yang hendak kami sampaikan ini sangat penting untuk kita petik hikmahnya agar kita bisa memahami realitas kekinian dengan membandingkan apa yang terjadi pada sejarah kita. Tidak diragukan lagi, dan kita melihat dengan mata kepala kita bahwa apa yang terjadi di masa lampau terulang kembali di era modern ini. Sulit bagi kita memahami apa yang terjadi saat ini, kecuali dengan membandikannya dengan peristiwa-peristiwa di masa lalu yang mirip keadaannya dengan masa kini.
Jika kita mendalami sejarah, maka kita bisa menentukan sikap dimana kita akan meletakkan kaki kita. Dengan memahami sejarah Daulah Shafawi, maka kita bisa melihat negara mana di era modern ini yang rekam jejaknya mirip dengan Daulah Shafawi.
Siapakah Yang Disebut Shafawi?
Nasab orang-orang Shafawi merujuk kepada Shafiyuddin Ishaq al-Arbadili (650-735 H/1251-1334 M), ia adalah kakek kelima dari Syah Ismail as-Shafawi, pendiri Daulah Shawafiyah di Iran. Ardabil adalah sebuah wilayah yang terletak di Azerbaijan. Wilayah itu banyak dihuni oleh orang-orang Turki dan Armenia atau secara umum bangsa Turk menghuni daerah tersebut.
Sebagian orang menyatakan bahwa nasab Shafiyuddin Ishaq al-Arbadili sampai kepada salah seorang putra ahlul bait, Musa bin Ja’far rahimahullah, orang Syiah menyebut beliau dengan Imam Musa al-Kazhim. Namun pendapat ini disanggah oleh para sejarawan dengan beberapa alasan:
– Istri dari Shafiyuddin Ishaq al-Ardabili, yang merupakan kerabatnya yang paling dekat tidak mengetahui nasab suaminya sampai kepada Musa al-Kazhim alaihissalam(Tarikh ash-Shafawiyin wa Hadharatihim, Hal: 29).
– Para sejarawan Syiah di masa hidup Shafiyuddin Ishaq al-ardabili, tidak pernah menuliskan bahwa ia termasuk ahlul bait dari keturunan Musa bin Ja’far (Shilatun baina Tasawwuf wa Tasyyau’, Hal: 140.).
– Penulis-penulis pada masa Daulah Shafawi menisbatkan nasab Shafiyuddin Ishaq kepada Husein bin Ali bin Abi Thalib, namun anaknya, Musa bin Shafiyuddin Ishaq, tidak tahu nasab ayahnya ini terhubung ke Husein atau Hasan.
– Pengakuan nasab tersebut hanya bertujuan politis untuk menjadi penguasa dan mendapat simpatik rakyat.
Berdirinya Kerajaan Shafawi, Rakyat Dipaksa Menjadi Syiah
Sebelum Daulah Syiah Shafawi berkuasa di Iran, wilayah tersebut dikuasai oleh orang-orang Mongol Dinasti Ilkhan. Madzhab resmi negeri ini adalah Ahlussunnah namun sudah terkontaminasi dengan paham tasawwuf.
Pada masa Shafiyuddin Ishaq, situasi politik di Iran dan sekitarnya dalam kondisi tidak stabil, rakyat merasa tidak puas terhadap pemerintahnya, perbuatan keji tersebar di kalangan penguasa, dll. Syiah membaca hal ini sebagai peluang mereka. Pada awalnya Syiah hanya sebagai gerakan keagamaan, namun pada masa al-Junaid –cucu Shafiyuddin Ishaq- gerakan madzhab ini berubah menjadi gerakan politik dan Sultan Haidar menetapkan bahwa nasab keluarga Shafawi bersambung dengan Musa bin Ja’far al-Kazhim (Tarikh ad-Daulah ash-Shafawiyah fi Iran, Hal: 38).
Deklarasi Syiah sebagai gerakan politik atau pengakuan masuknya kader Syiah dalam ranah politik bertujuan untuk memperluas pengaruh mereka dan sebagai sinyal perlawanan terhadap Dinasti Ilkhan yang mulai sakit. Gerakan perlawanan mereka dimulai pada masa Fairuz Syah yang memimpin revolusi perlawanan terhadap Ilkhan dan puncaknya dicapai pada masa Syah Ismail ash-Shafawi dengan berdirinya Daulah Syiah ash-Shafawi tahun 1501. Saat itulah madzhab resmi Iran berganti menjadi Syiah, dan rakyat dipaksa untuk memeluk pemahaman ini. Syah Ismail tidak peduli bahwa mayoritas rakyatnya adalah orang-orang berpaham Ahlussunnah. Ia mengerahkan seluruh kemampuan dan pengaruhnya untuk memaksa warga beralih madzhab menjadi Syiah.
Tidak berhenti memberlakukan kebijakan tersebut di dalam negerinya, Syah Ismail juga berupaya menyebarkan paham Syiah di Daulah Ahlussunnah seperti Daulah Utsmaniyah. Masyarakat Utsmani menolak keras ajaran Syiah yang pokok pemikirannya adalah mengkafirkan para sahabat Nabi, melaknat generasi awal Islam, meyakini adanya perubahan di dalam Alquran, dll. Ketika Syah Ismail memasuki wilayah Irak, ia membunuhi umat Islam Ahlussunnah, menghancurkan masjid-masjid, dan merusak pekuburan.
Pemimpin Utsmaniyah, Sultan Salim, menanggapi serius upaya yang dilakukan oleh Syah Ismail terhadap rakyatnya. Pada tahun 920 H/1514 M, Sultan Salim membuat keputusan resmi tentang bahaya pemerintah Iran ash-Shafawi. Ia memperingatkan para ulama, para pejabat, dan rakyatnya bahwa Iran dengan pemerintah mereka ash-Shafawi adalah bahaya nyata, tidak hanya bagi Turki Utsmani bahkan bagi masyarakat Islam secara keseluruhan. Atas masukan dari para ulama, Sultan Salim mengumumkan jihad melawan Daulah Shafawiyah. Sultan Salim memerintahkan agar para simpatisan dan pengikut Kerajaan Shafawi yang berada di wilayahnya ditangkap dan bagi mereka yang melakukan pelanggaran berat dijatuhi sangsi hukuman mati (Juhud al-Utsmaniyin li Inqadz al-Andalus).
Persekutuan Daulah Shafawiyah dengan Pasukan Salib Melawan Umat Islam
Peperangan antara Daulah Syiah Shafawi dengan umat Islam yang diwakili Turki Utsmani pun benar-benar terjadi. Sadar bahwa Turki Utsmani begitu besar untuk ditaklukkan, ash-Shafawi menjalin sekutu dengan orang-orang kafir Eropa yakni orang Kristen Portugal kemudian Kerajaan Inggris. Di antara poin kesepatakan kedua kelompok ini adalah Portugal membantu Shafawi dalam perang terhadap Bahrain, Qathif, dan Turki Utsmani.
Panglima Portugal, Alfonso de Albuquerque, mengatakan, “Saya sangat menghormati kalian atas apa yang kalian lakukan terhadap orang-orang Nasrani di negeri kalian. Sebagai balas jasa, saya persiapkan armada dan tentara saya untuk kalian dalam menghadapi Turki Utsmani di India. Jika kalian juga ingin menyerang negeri-negeri Arab atau Mekah, saya pastikan pasukan Portugal ada di sisi kalian, baik itu di Laut Merah, Teluk Aden, Bahrain, Qathif, atau di Bashrah, Syah Ismail akan melihat saya di Pantai Persia dan saya akan melakukan apa yang dia inginkan.” (Qira-ah Jadidah di Tarikh al-Utsmaniyin).
Tawaran kerja sama Portugal ini bukanlah sesuatu yang tanpa pamrih, mereka menginginkan membangun sebuah pangkalan di Teluk Arab. Bantuan kerja sama militer ini juga menjanjikan pembagian wilayah taklukkan; Shafawi mendapatkan Mesir dan Portugal diiming-imingi dengan tanah Palestina (Qira-ah Jadidah di Tarikh al-Utsmaniyin). Pasukan Salib Portugal mengtahui, bekerja sama dengan negeri-negeri muslim Teluk atau mengadakan kontak senjata dengan mereka akan berbuah kegagalan terhadap misi mereka. Shafawi adalah pilihan tepat bagi mereka untuk masuk memuluskan misi mereka di dunia Arab.
Selain bekerjasama dengan Portugal, Shafawi juga menjalin hubungan dengan Kerajaan Inggris untuk memerangi umat Islam di Irak. Di Irak mereka membunuh 7000 warga Ahlussunnah dari Suku Kurdi, melarang mereka menunaikan ibadah haji ke Mekah, dan memaksa umat Islam di sana untuk berhaji ke Kota Masyhad, Iran, kota yang mereka yakini tempat kelahiran imam mereka, Imam Ali bin Musa ar-Ridha.
Inilah fakta yang terjadi, dibalik slogan-slogan persatuan ternyata ada tikaman dari belakang. Di balik kesan pahlawan, Syiah bagaikan serigala yang mengindati domba-domba yang akan dimangsa.
Pelajaran:
Sejarah mengajarkan kepada kita sebuah pengalaman berharga, betapa orang-orang Syiah melalui Daulah Shafawiyah (dan Daulah Fatimiyah, Qaramithah, dll) menaruh kebencian terhadap umat Islam. Mereka tidak pernah mengumandangkan jihad terhadap tentara salib berbeda halnya dengan umat Islam, mereka benar-benar menunjukkan permusuhan, melakukan pembunuhan dan pengrusakan, serta mengumandangkan peperangan. Sebaliknya mereka menjalin hubungan yang harmonis dengan pasukan salib dan Yahudi, bahkan terhadap orang-orang majusi penyembah api.
Hal serupa kita dapatkan di era modern ini, dimana kerajaan Shafawi modern, Republik Syiah Iran, melakukan hal yang sama dengan pendahulunya. Mereka berteriak-teriak lantang memerangi Amerika dan Israel, tapi tidak pernah kita dapati mereka berperang melawan Amerika dan Yahudi di Palestina. Sementara ribuan bahkan jutaan Ahlussunnah mereka bunuh. Dengan kekuatan media, mereka putar balikkan fakta bahwa negara-negara Ahlussunnah lah yang menjadi kaki tangan Barat Amerika dan pelindung Israel.
Pelajaran lainnya adalah Syiah selalu memanfaatkan instabilitas politik di suatu negeri untuk mencuri kekuasaan. Mereka memanfaatkan status ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintahnya dengan iming-iming perubahan dan janji manis, namun kenyataannya jauh lebih parah dari yang kita bayangkan. Semoga Allah senantiasa melindungi negeri kita dari maker-makar yang dibuat oleh orang-orang Syiah..
Sumber: islamhistory.com

Sabtu, 27 Desember 2014

AKHIR DARI KEHIDUPAN SEMUA MURID-MURID YESUS YG MENGENASKAN....!!


Satu penulis sejarah yang bisa dipertanggung jawabkan tulisannya berdasarkan bukti-bukti nyata ialah EUSEBIUS. Ia menulis buku mengenai cara meninggalnya para murid yesus di tahun 325 yang berjudul: “Rasul dan murid dari Juruselamat telah menyebarkan dan mengkotbahkan Injil ke seluruh dunia”.

Tulisan dari Eusebius telah ditelusuri dan diselidiki ulang oleh penulis sejarah gereja kondang Mr. SCHUMACHER untuk membuktikan akan kebenaran dari tulisan tersebut.

1. MATIUS meninggal dunia, karena disiksa dan dibunuh dengan pedang di Etiopia.

2. MARKUS meninggal dunia di Alexandria (Mesir), setelah badannya diseret hidup-hidup dengan kuda melalui jalan-jalan yang penuh batu sampai ia menemukan ajalnya.

3.  LUKAS mati digantung di Yunani, setelah ia berkhotbah di sana kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan.

4. YOHANES direbus atau lebih tepatnya digoreng di dalam bak minyak mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih menyelamatkannya maka keajaiban terjadi sehingga walaupun ia telah digoreng hidup-hidup ia bisa hidup terus. Tetapi akhirnya ia dibuang dan diasingkan ke pulau Patmos untuk kerja paksa di tambang batubara disana. Pada saat ia berada di sana, ia mendapatkan ilham sehingga ia bisa menulis injil. Kemudian ia dibebaskan dan akhirnya kembali dan menjadi Uskup di Edessa (Turki). Ia adalah satu-satunya murid yesus yang bisa meninggal krn usia lanjut.

5. PETRUS telah disalib dengan kepala di bawah. Kayu salib untuk Petrus dipasangnya berbeda, ialah secara huruf X, karena itulah permohonan yang ia ajukan sebelum ia disalib, dimana ia memohon untuk disalib dengan cara demikian. Ia merasa tidak layak untuk mati dan disalib seperti Yesus.

6. YAKOBUS saudara tiri dari Yesus dan pemimpin gereja di Yerusalem, dilempar ke bawah dari puncak bubungan Bait Allah, di tempat yang sama dimana si setan dahulu membawa Yesus untuk digoda. Ia meninggal dunia setelah dilempar dari tempat tinggi tersebut.

7. YAKOBUS anak Zebedeus adalah seorang nelayan dan ia adalah murid pertama yang dipanggil untuk ikut Yesus, ia dipenggal kepalanya di Yerusalem. Pada saat-saat ia disiksapun, ia tidak pernah menyangkal Yesus, bahkan ia berusaha untuk berkhotbah terus, bukan hanya kepada para tawanan lainnya saja, bahkan kepada orang yang menghukum dan menyiksa dia dengan kejamnya. Sehingga akhirnya orang Romawi yang menjadi penjaga dan penyiksa dia, bisa turut bertobat. Penjaga Romawi itu mendampingi Yakobus pada saat ia dihukum penggal, bukannya sekedar hanya untuk turut menyaksikannya saja, melainkan juga untuk turut dihukum dan dipenggal bersama dengan Yakobus. Pada saat ia mau menjalani hukuman mati, ia berlutut bersama di samping Yakobus, sambil berdoa, itu adalah doanya yang terakhir, sebelum ia mati dipenggal bersama Yakobus sebagai pengikutnya.

8. BARTOLOMEUS yang lebih dikenal sebagai Natanael ia menjadi misionaris di Asia, antara lain ia memberikan kesaksian di Turki. Ia meninggal dunia di Armenia setelah ia mendapat hukuman pukulan cambuk yang sedemikian kejamnya sehingga semua kulitnya menjadi hancur terlepas kebeset.

9. ANDREAS juga disalib seperti Petrus dengan cara X di Yunani. Sebelum ia meninggal, ia disiksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara dan diikat di salib. Dengan cara demikian mereka bisa memperpanjang masa sakit dan masa siksaannya. Seorang pengikut Andreas yang turut menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yang telah diucapkan oleh Andreas sebelum ia meninggal dunia: “Ternyata keinginan dan cita-cita saya bisa terkabul dimana saya bisa turut merasakan “happy hours” dengan disiksa dan disalib seperti Yesus.” Bahkan pada saat ia disiksa pun tiada henti-hentinya ia berkhotbah terus, ia berkotbah terus dua hari sebelum ajalnya tiba.Berkotbah sambil dihukum cambuk.”

10. Rasul THOMAS mati ditusuk oleh tombak di India.

11. YUDAS saudaranya dari Yesus dihukum mati dengan panah,karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Yesus.

12. MATIAS, pengganti dari Yudas Iscariot mati dihukum rajam dan akhirnya dipenggal kepalanya.



PAULUS disiksa dengan sangat kejam dan akhirnya dipenggal kepalanya oleh Kaiser Nero di Roma pada tahun 67. Paulus adalah orang yang paling lama mengalami masa siksaan dipenjara. Kebanyakan surat-surat dari Rasul Paulus dibuat dan dikirim dari penjara.  Paulus dari tarsus, orang yang dianggap sebagai ‘rasul’ > Dia dipenjarakan selama dua tahun di kota Roma, setelah sebelumnya ditangkap di Yerusalem (Kisah Para Rasul 21:30) dan dipenjarakan di Kaisarea (Kisah Para Rasul 23:23- 24). Menurut tradisi, setelah dua tahun Paulus dibebaskan dari penjara Roma dan lantas melakukan perjalanan ke Spanyol, lalu kembali ke Timur, dan kembali lagi ke Roma diman dia kembali dipenjarakan untuk kedua kalinya. Akhirnya tewas di Roma dengan cara dipenggal, di luar tembok-tembok kota pada tahun 67 selama penindasan oleh Kaisar Nero.


Minggu, 21 Desember 2014

Sejarah dan Letusan Gunung Gamalama


Gunung Gamalama adalah sebuah gunung stratovolcano kerucut yang merupakan keseluruhan Pulau TernateKepulauan MalukuIndonesia. Pulau ini ada di pesisir barat Pulau Halmahera yang ada di bagian utara Kepulauan Maluku. Selama berabad-abad, Ternate adalah pusat bentengPortugis dan VOC Belanda untuk perdagangan rempah-rempah, yang telah mencatat aktivitas volkanik Gamalama.
Gunung Gamalama mempunyai ketinggian 1.715 meter di atas permukaan laut. Gunung Gamalama ditutupi Hutan Montane pada ketinggian 1.200 - 1.500 m dan Hutan Ericaceous pada ketinggian di atas 1.500 m.

Nama Gunung Gamalama diambil dari kata Kie Gam Lamo ("negeri yang besar").  Gamalama sudah lebih dari 60 kali meletus sejak letusannya pertama kali tercatat pada tahun 1538. Erupsi yang menimbulkan korban jiwa setidaknya sudah empat kali terjadi, dengan korban terbanyak jatuh pada tahun 1775. Kala itu, erupsi Gunung Gamalama melenyapkan Desa Soela Takomi bersama 141 penduduknya. 
Aktifitas Gunung Gamalama yang tidak pernah berhenti bergolak tidak menghentikan kehidupan 185.705 warga Ternate di kaki dan punggung Gunung Gamalama. Justru jumlah penduduk terus bertambah dengan laju pertambahan penduduk per tahun mencapai 4,72 persen atau sekitar 8.000 orang. Bangunan-bangunan baru juga terus bermunculan karena adanya kota Ternate yang merupakan pintu masuk ke Provinsi Maluku Utara.
Aktivitas gunung Gamalama yang berkelanjutan juga memunculkan adanya tradisiKololi Kie, yang kini digelar rutin setiap bulan April sebagai salah satu pertunjukan dalam Festival Legu Gam, pesta rakyat Maluku Utara. Tradisi masyarakat Gamalama warisan nenek moyang ini berupa sebuah ritual tradisional mengitari Gunung Gamalama sambil mengunjungi sejumlah tempat dan makam-makam keramat. Ritual ini dilakukan sebagai pengharapan agar Gamalama tidak meletus.
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Surono menyatakan, gunung api di kawasan Maluku Utara cenderung reaktif. ”Keaktifan gunung di kawasan itu dipicu amat aktifnya gerakan lempeng tektoniknya. Setelah gempa 7,3 skala Richter pada 15 November lalu, saya minta aktivitas gunung apinya diwaspadai,” ujarnya.


Reaktifnya Gunung Gamalama ini, lanjut Surono, karena sistemnya sudah terbuka. ”Ini seperti mengocok kaleng soda. Dengan sedikit guncangan, tekanannya cepat tinggi sehingga terjadi letusan meski magma belum terisi penuh,” katanya.


Dengan sistem terbuka itu, letusan Gamalama diprediksi tak akan besar. ”Dengan skala letusan itu, ancamannya adalah hujan abu. Meski untuk penerbangan, itu bisa jadi gangguan fatal. Karena itu, sejak lama kami mengusulkan pemindahan ibu kota Maluku Utara, juga lokasi bandara,” kata Surono.


Namun, Gamalama amat berbahaya jika terjadi penyumbatan lava sehingga energi terakumulasi. Jika itu terjadi, letusan Gamalama bisa besar, bahkan muncul di tempat lain, di tubuh gunung, sebagaimana terjadi di masa lalu. ”Gamalama berbahaya jika terjadi letusan samping mengingat Kota Ternate tidak berada di kaki gunung, tapi di punggungan gunung. Kaki Gamalama di dasar laut,” ujarnya.


Menurut catatan dalam buku Data Dasar Gunung Api Indonesia (2011), aktivitas Gamalama mematikan. Sejak 1538 hingga 2014, Gamalama meletus 69 kali dengan rentang waktu letusan 1 tahun hingga 50 tahun. Salah satu letusan paling besar tercatat terjadi 7 September 1775.


Letusan itu mengakibatkan terbentuknya danau kawah Tolire Jaha dan memusnahkan Desa Soela Takomi yang terletak 1,5 km dari Kelurahan Takoma, Ternate. Sebanyak 141 warga Desa Soela Takomi hilang saat letusan itu. Danau Tolire Jaha terletak di barat laut Ternate, berjarak 4 km dari puncak Gunung Gamalama dan 500 meter dari pantai.

Sumber: http://id.wikipedia.org/, Kompas.com

Rabu, 17 Desember 2014

Misteri, Sandiwara, dan Kebohongan Hidup.

Kehidupan memang sebuah misteri, ya misteri... bahkan misteri terbesar dalam hidup adalah kehidupan itu sendiri, kenapa harus ada yang kaya? kenapa harus ada yg hidupnya melarat? kenapa ada sebagian orang yang dengan mudahnya mendapatkan uang, tetapi yang lainnya tidak, kenapa terjadi pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, dan tindak krimanl lainya??? yaa itulah misteri kehidupan..., dan menurut saya pribadi, kehidupan adalah PEMBOHONG terbesar  yang pernah saya ketahui...

Namun sebagai seorang muslim, saya percaya bahwa semua pertanyaan itu ada maksud dan tujuannya, yang suda jelas bagi saya untuk tunduk pada kehendak_Nya, sudah ada manual book yang diberikan, tinggal kita mengikuti instruksi dan rambu-rambunya. Tapi bagaiman dengan mereka yang tidak percaya? atau mereka yang percaya namun mengabaikan intruksi dalam manual book tersebut? suatu waktu, dalam sebuah kegiatan organisasi yang saya ikuti, saya mengintrupsi untuk memberikan waktu bagi peserta kegiatan untuk melaksanakan solat ashar...

Kebutulan ada seorang teman yang memang dalam kesehariannya hidup penuh hura-hura, alkohol, drugs, free sex, party, dan kehidupan membuaikan lainnya adalah hidupnya,. Saya sering berargumen dengan dia dalam forum-forum yang kami berdua ikuti, dan sengaja atau tidak, kami selalu berbeda pendapat tentang hal yang dibahas. ketika pulang dari solat ashar tiba-tiba dia mencegat saya ,, dan dari matanya sepertinya dia dalam pengaruh obat, lalu dia mengucapkan sebuah kalimat yang membuat saya kaget,, "bukan berarti kamu solat lima waktu lantas kamu lebih baik dari saya"...
saya kaget dan dalam hatiku bertanya, bagaimana mungkin seseorang dengan kehidupannya seperti itu bisa mengucapkan kalimat tersebut?,,, saya hanya berlalu dan menjawab kalimatnya, bahwa memang saya tidak lebih baik dari pada kamu...

Yaa, mungkin saja dia lebih baik dari saya, mungkin saja dia pernah melakukan sesuatu yang baik dimana saya belum bisa melakukannya, kehidupan memang penuh dengan sandiwara... mungkin ada benarnya pepatah inggris yang menyatakan "don't judge the book by it's cover". mungkin dia lebih mulia daripada saya,, lihat saja bagaimana orang yang ngerti hukum tapi melawan hukum, orang yang ngerti agama tapi korup, orang yang mengaku diri sebagai habib, maulana, sekh tapi melakukan penipuan di mana-mana.. Mungkin juga kita memang suda berada di akhir zaman yang penuh dengan fitnah, tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang benar dan mana yang salah...

Lihat saja pembantaian di Afrika, Timur Tengah, Asia dan dibelahan bumi lainnya atas nama agama, dan mereka membenarkan semua tindakannya, semuanya adalah misteri kehidupan yang tak mampu di tafsirkan dengan sesuatu yang logis... Bagi saya, hidupku adalah anugerah Tuhan untukku, saya akan selalu berusah untuk tunduk pada_Nya, biarlah misteri itu tetap menjadi misteri, dan sandiwara kehidupan biarlah terus bersandiwara, biarlah kehidupan terus membohongi penghuninya... Saya selalu apa adanya...

Rabu, 15 Oktober 2014

Khasiat Buah Ciplukan Untuk Obat Tradisional Herbal Mujarab

Apa saja manfaat tanaman ciplukan untuk kesehatan tubuh?

Ciplukan- Yg dalam bahasa latinya di sebut sebagai Physalis angulata merupakan jenis tanaman liar yang umum kita jumpai di daerah persawahan. Biasanya tumbuhan tersebut dapat tumbuh dengan baik dan subur setelah para petani usai menuai hasil panenya. Tanaman ciplukan terdiri dari daun, buah, batang dan akar. Bahkan di beberapa daerah khususnya perkotaan, ceplukan biasanya juga di perjual belikan, mengingat manfaatnya yang luar biasa untuk mengobati penyakit dan demi kesehatan tubuh.


Tahukah anda, dari semua struktur tanaman ciplukan tersebut dapat membantu mengobati penyakit yang bisa di kategorikan dalam penyakit berat. Namun banyak orang yang selama ini memandang sebelah mata tanpa mengetahui khasiat obat tradisional tersebut, dan hanya merasakan buahnya yang manis saja tanpa mengetahui khasiat mujarab dari batang, daun dan akarnya. Zat bermanfaat dalam tanaman ciplukan terdiri dari :
  • vitamin C ,  gula, fisalin, tanin, kriptoxantin, polifenol dan steroid terletak pada  buahnya
  • Asam palmitat, stearat terletak pada biji buahnya.
  • flavonoid dan saponin terletak pada daun dan tunas
  • alkaloid terletak pada akarnya
  • chlorogenic acid terletak pada batang dan daun
Selain zat bermanfaat di atas masih ada zat lainya seperti asam malat, asam sitrun, dan H2O yang semua zat- zat tersebut dapat membantu kesehatan tubuh anda.
Jika anda penasaran apa saja khasiat serta manfaat tanaman ciplukan? simak sajian berikut ini di mulai dari :

MANFAAT AKAR TANAMAN CIPLUKAN
  • Mengobati penyakit diabetes melitus,
cara menyajikan sebagai obat tradisional sebagai berikut:
-       pilih tanaman yang sudah berbuah dan berumur, cabut tanaman tersebut dan ambil bagian akarnya kemudian bersihkan, sebelum di rebus, ada baiknya diamkan beberapa saat akar ciplukan tersebut sampai menjadi layu. Kemudian  rebus  akar ciplukan dengan 3 gelas air bersih, tunggu sampai rebusan tersebut benar benar mendidih dan hanya tersisa satu gelas saja. Berikutnya ambil air yang tersisa dan saring hingga bersih dari akar, minum satu kali sehari dan lakukan secara rutin.

MANFAAT BUAH CIPLUKAN
  • Mengobati penyakit ayan/ epilepsi
Jika anda atau anggota keluarga ada yang mengidap penyakit berbahaya ini, ada baiknya mengkonsumsi sekitar 8 sampai 10 butir setiap harinya, kandungan pada buah ciplukan dapat membantu mengatasi ayan secara berkala.
  • Menurunkan darah tinggi
Khasiat buah ciplukan lainya adalah sebagai obat tradisional yang dapat membantu menurunkan darah tinggi/ hipertensi. Cara penyajian: ambil buah ciplukan sebanyak 5 gram saja, rebus dengan air sebanyak 110 ml selama kurang lebih 10 samapai 15 menit sambil terus di aduk. setelah sampai waktu yang di tentukan, saring air rebusan dan dinginkan sejenak kemudian minum 2 kali sehari. Hal yang perlu di ingat adalah janganlah terlalu lama menyimpan karena akn mengurangi bahkan menghilangkan senyawa yang ada.
  • Mengobati sakit paru- paru
Khasiat lainya adalah membantu mengobati penyakit paru- paru, namun kali ini bukan hanya buahnya saja, melainkan semua struktur pada tanaman mulai dari akar, daun, bunga, batang dan buah rebus sampai mendidih dengan air sebanyak 3 sampai 5 gelas saja, dan seperti sebelumnya saring kemudian minum secara rutin 3 X sehari.

MANFAAT DAUN CIPLUKAN
  • Mampu melawan kanker
wow, hal yang sangat luar biasa, menurut beberapa penelitian kesehatan, steroid pada daun dan buah ciplukan bisa membantu melawan dan membunuh sel- sel ganas yang tumbuh dalam tubuh. Dan study tersebut juga menyatakan bahwa ekstrak tanaman ciplukan dapat mengecilkan ukuran tumor kanker.
Itulah tadi Khasiat Buah Ciplukan Untuk Obat Tradisional Herbal Mujarab yang perlu anda ketahui, secara garis besar tanaman ciplukan berfungsi sebagai antibakteri, antivirus, antihiperglikemi, imunostimulan, imunosupresan , antiinflamasi, analgesik, sitotoksik, antiinflamasi, antioksidan, analgesik, dan sitotoksik, meredakan batuk, menetralkan racun serta mengaktifkan kembali fungsi kelenjar tubuh dan anti tumor.

Sumber http://naturaltipsbody.blogspot.com/

Senin, 01 September 2014

Kisah Makhluk Jadi-Jadian di Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi yang sudah maju dalam segi industri, bahkan masyarakat yang memiliki budaya Bugis-Makassar sudah mulai mengikuti perkembangan jaman. Namun, dibalik modernisasi yang terus berkembang di Kota yang bersejarah ini punya legenda yang sangat terkenal yaitu makhluk jadi-jadian ‘parakang’. Bagi sebagian masyarakat tanah air makhluk yang bisa berubah wujud tersebut adalah sebuah kisah legenda yang tidak banyak ditahu. Namun bagi masyarakat Bugis-Makassar tentu sudah sangat akrab dengan kisahnya.

Bagi masyarakat keturunan Bugis-Makassar parakang merupakan makhluk mistis yang bisa berubah wujud menjadi apa saja yang di inginkan. Makhluk ini adalah mahkluk gaib yang paling ditakuti oleh masyarakat Bugis-Makassar, bahkan semua orang akan terancam dimanapun parakang ini berada. Pasalnya tidak hanya mengganggu makhluk jadi-jadian yang sebenarnya adalah manusia tidak segan untuk membunuh para korbannya.

Menurut legenda, makhluk jadi-jadian yang dikenal dengan sebutan ‘parakang’ bukanlah makhluk gaib seperti jin dan hantu, tapi parakang adalah manusia jadi-jadian. Konon menurut legenda yang telah ada turun temurun, parakang sebenarnya adalah manusia yang belajar ilmu hitam seperti pesugian, tapi sayangnya ilmu yang ia dapat tidak bisa ia jalankan dengan baik atau boleh dikata ia gagal mendalami ilmunya. Selain karena faktor ilmu hitam, konon parakang juga dikarenakan ilmu yang diturunkan oleh orang tua (orang tua yang menurunkan ilmu parakang ke anaknya). Dari berbagai kisah yang disimpulkan konon perwujudan makhluk jadi-jadian ini memiliki bentuk yang serupa seperti manusia, namun lebih menyeramkan dengan mata yang merah, lidah menjulur keluar, kulit yang keras dan tidak bisa ditembus (kebal), kuku memanjang dan tajam. Konon parakang ini adalah makhluk penghisap organ dalam manusia seperti usus dan lainnya, khususnya bagi Ibu hamil, anak-anak dan juga orang yang berada diambang kematian.

Berdasarkan legenda yang banyak beredar di masyarakat, makhluk jadi-jadian ini bisa berubah kapan parakang tidak mengenal waktu siang dan malam hari. Namun secara keseluruhan umumnya manusia parakang baru berubah di malam hari. Di siang hari atau saat ia tidak berubah menjadi makhluk abadi mereka sama seperti perwujudan manusia yang lain tapi matanya tetap merah yang katanya bisa membuat siapa saja jadi merinding.

Konon menurut legenda parakang, jika makhluk jadi-jadian ini berubah wujud menyerupai benda atau hewan maka mereka akan memiliki perbedaan yang bisa membantu Anda mengetahui keberadaannya. Misalnya, jika ia berubah jadi hewan jenis kucing atau anjing maka kaki bagian belakangnya akan lebih panjang dan saat berjalan maka hewan perwujudan parakang terlihat berjalan menunduk di bagian depannya. Jika ia berubah jadi pohon maka bentuk pohon tersebut hanya memiliki dua ranting yang seolah menyerupai tangan. Untuk mengusirnya konon Anda hanya boleh memukulnya sekali saja, jika lebih maka parakang akan berbalim menyerang Anda. Dan, dari legenda jika Anda memukulnya maka biasanya akan ada orang yang sakit atau bahkan meninggal. Hal ini terjadi karena saat berubah wujud maka jasadnya akan tetap berada di rumah dan hanya jiwanya yang keluar untuk mencari mangsa.

Kisah parakang ini merupakan kisah yang paling ditakuti di Sulawesi Selatan, bahkan konon sampai saat ini masih ada beberapa perkampungan pedalaman yang dihuni oleh sekelompok parakang atau yang dikenal dengan perkampungan parakang. Konon perkampungan ini sudah ada sejak turun temurun dan menurut legenda perkampungan tersebut tidak akan bisa mengubah situasi karena ilmu harus diturunkan turun temurun karena jika tidak orang yang menjadi parakang akan sangat menderita saat diambang kematian.


Sumber:SegiEmpat